Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts
Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts

Friday, January 4, 2013

BANJIR BENGAWAN SOLO DI BOJONEGORO SURUT

Banjir akibat luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat, berangsur-angsur surut, namun ketinggian air di hilir yang meliputi Tuban, Lamongan, dan Gresik, masih merangkak naik dengan status Siaga II dan III.

Kepala Seksi Operasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom di Bojonegoro, Jumat, mengatakan turunnya ketinggian air Bengawan Solo di daerah itu karena tidak ada tambahan air hujan dari daerah hulu dan lokal.

Namun, katanya, ketinggian air di daerah hilir, mulai Tuban, Babat, Lamongan, dan Gresik, masih berpotensi merangkak naik, karena menyangkut perjalanan air banjir.

"Sepanjang tidak ada tambahan hujan, air banjir di hilir Jatim akan surut, apalagi sudetan Plangwot-Sedayu Lawas ke Laut Jawa di Tuban yang mampu mengalirkan debit banjir sekitar 600 meter kubik per detik berfungsi normal," katanya.

Berdasarkan pemantauan, ketinggian air Bengawan Solo di papan duga di Bojonegoro sempat mencapai 14,91 meter (Siaga II), Kamis (3/1) pukul 24.00 WIB.

"Ketinggian air 14,91 meter itu sempat bertahan beberapa jam, kemudian berangsur-angsur surut menjadi 14,81 meter (Siaga II), pagi ini pukul 06.00 WIB," katanya.

Begitu pula, katanya, ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, turun menjadi 26,75 meter, yang semula tertinggi 27,72 meter, Kamis (3/1) pukul 12.00 WIB.

Ketinggian air Bengawan Solo di Babat naik menjadi 7,83 meter (Siaga II), Plangwot/Laren 5,66 meter (Siaga III), Karanggeneng 4,11 meter (Siaga III), semuanya di Lamongan dan di Kuro Gresik juga masih naik 1,95 meter (Siaga II).

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro MZ Budi Mulyono menyatakan banjir luapan Bengawan Solo di wilayahnya itu merendam sedikitnya 48 desa di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Kota, Dander, Trucuk, Baureno, dan Kanor.

Selain itu, desa-desa yang dilanda banjir bandang dan luapan anak Bengawan Solo, seperti di Kecamatan Temayang dan Dander.

"Meskipun ada 688 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak banjir, tapi warga belum mengungsi, masih bertahan di rumahnya masing-masing," katanya.

Banjir di wilayah setempat, juga merendam sedikitnya 1.794 hektare tanaman padi, di antaranya 500 hektare lebih siap panen dan tanaman palawija seluas 262 hektare.

"Tanaman padi yang terendam banjir yang sudah siap panen jelas rusak," kata Kepala BPBD Kasiyanto.(ant)

Thursday, January 3, 2013

DPRD MINTA DINAS BANTU MASYARAKAT TERKENA BANJIR

DPRD Sumatera Selatan meminta kepada dinas atau satuan kerja pemerintah daerah terkait untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir di Kabupaten Musibanyuasin dan Banyuasin.

"Kita berharap kepada satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dari provinsi untuk dapat mengambil langkah-langkah taktis guna memberikan bantuan kepada masyarakat," kata Ketua Komisi V DPRD Sumsel MF Ridho di Palembang, Kamis.

Menurut dia, dengan kondisi akhir-akhir ini yang hujannya memang volume airnya cukup besar.

"Kita lihat bahwa di salah satu kecamatan di Banyuasin mengalami musibah banjir 14 desa. Kita berharap kepada SKPD dari provinsi khususnya badan penanggulangan bencana, dinas kesehatan dan dinas sosial dapat mengambil langkah-langkah taktis untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami banjir tersebut," katanya.

Ia mengatakan, jangan sampai nanti efek dari banjir ini menimbulkan wabah penyakit dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Jadi, kita berharap adanya suatu koordinasi SKPD-SKPD terkait untuk mengurusi adanya bencana alam ini dengan pemerintah kabupaten," ujarnya.

Ia juga mengimbau, masyarakat untuk bersabar sambil menunggu upaya pertolongan pemerintah dilakukan.

Sementara upaya mengatasi banjir, ia menuturkan, upaya sudah ada, namun sejauh mana dan seberapa besar upaya ini pihaknya belum tahu secara mendetil.

Akan tetapi, karena ini menyangkut wilayah diharapkan kabupaten lebih intensif untuk mengambil langkah dan ke depan pasca banjir bagaimana supaya tidak terjadi banjir pada masa-masa mendatang.

Kemudian terkait banjir ini sendiri harus diketahui apa menjadi penyebabnya, apa ini suatu kejadian yang memang luar biasa atau setiap ada hujan cukup lebat desa tersebut mengalami banjir.

Mengenai anggaran, ia menyatakan, memang ini menjadi tugas pokok dan fungsinya Badan Penanggulangan Bencana, dan Dinas Sosial ada anggarannya untuk menanggulangi bencana.

"Berapa besarannya secara angka saya tidak begitu hapal," kata wakil rakyat tersebut.(ant)

Tuesday, December 11, 2012

INDONESIA SERAHKAN 1.000.000 DOLAR UNTUK KORBAN BADAI FILIPINA

Pemerintah Indonesia menyerahkan bantuan uang sebesar satu juta dolar AS dan barang-barang seberat empat ton kepada korban Badai Pablo di Mindanao, FIlipina.

"Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan wujud rasa solidaritas dan persahabatan kedua negara yang bertetangga dan sebagai sesama negara anggota ASEAN," kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, P.L.E Priatna, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Barang-barang seberat empat ton tersebut terdiri dari makanan siap saji, susu bubuk, selimut, keperluan mandi, pembalut wanita dan obat-obatan dan dibawa ke Mindanao dengan pesawat TNI Angkatan Udara.

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, didampingi Duta Besar RI untuk Filipina, Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo. Sementara Direktur Pertahanan Sipil Wilayah XI, Ms. Liza Mazo mewakili Pemerintah Filipina menerima bantuan tersebut.

"Sebelumnya, pada Sabtu (8/12), Konsulat Jenderal RI (KJRI) Davao City juga telah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban badai Pablo (Bhopa) di desa Andap, Kabupaten New Bataan, Kota Compostela Valley," jelas Priatna.

Bantuan berupa kebutuhan pokok senilai USD 3.000 merupakan hasil sumbangan sukarela staf KJRI dan warga negara Indonesia di Davao City.

Sebelumnya, topan berkecepatan 150-180 kilometer per jam melanda Davao Oriental atau sekitar 90 Kilometer dari Kota Davao, Filipina dan menyebabkan 407 orang meninggal dunia dan diperkirakan lebih dari 500 orang penduduk hilang.

Priatna mengatakan bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam bencana tersebut.

Kunjungan Panglima TNI adalah juga dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama militer kedua belah pihak sebagaimana tertuang dalam Framework Agreement on the Philippines - Indonesia Military Cooperation (The Philindo MC).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono dan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Jessie D Dellosa dalam kesempatan kunjungan Panglima TNI ke Davao City (9/10) disaksikan oleh Dubes RI Manila dan Konjen RI Davao City.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI juga dianugerahi the Award of the Philippine Legion of Honor oleh Pemerintah Filipina, salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Filipina kepada Panglima Angkatan Bersenjata negara sahabat.

Dalam kunjungan kerja ini, Panglima TNI telah juga mengunjungi Kontingen Indonesia yang tergabung dalam International Monitoring Team (IMT) yang dipimpin oleh Kolonel Inf Khaeruli.(ant)

Monday, December 10, 2012

PEMERINTAH RI SUMBANG SATU JUTA DOLAR KEPADA KORBAN TOPAN PABLO

Pemerintah Indonesia diwakili Laksamana TNI Agus Suhartono Senin menyerahkan sumbangan satu juta dolar AS dan empat ton barang bantuan kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Jenderal Jessie D. Dellosa di markas besar Komando Mindanao Timur.

Acara serah sumbangan tersebut berlangsung di Panacan, Kota Davao, di mana mabes Komando Mindanao Timur (Eastmincom) berada.

Suhartono, juga Panglima Tentara Nasional Indonesia, tiba di Kota Davao City pada Minggu untuk kunjungan tiga hari.

Sumbangan tersebut meliputi 1.000 unit selimut militer, 3.000 bungkus makanan siap-untuk-makan dan 50 dus mie instan.

Angkatan Bersenjata Filipina segera menyerahkan cek dan paket bantuan itu kepada Direktur Kantor Pertahanan Sipil (OCD) Wilayah 11 Liza Mazo.

"Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada pemerintah Indonesia untuk sumbangan mereka yang memanifestasikan hubungan yang kuat, bersemangat, dan mendalam antara kedua negara kita, dan kedua angkatan bersenjata. Sumbangan ini pasti akan menjadi bantuan besar kepada rakyat kami yang saat ini membutuhkan bantuan karena kehancuran yang dibawa oleh Topan Pablo," kata Dellosa.

Selain sumbangan, kepala Angkatan Bersenjata Filipina dan Suhartono menandatangani kerangka acuan pemahaman bersama Kerja sama Militer Filipina-Indonesia (Philindo MC).

Penandatanganan Philindo MC ditujukan untuk memperbarui dan memperkuat hubungan militer bilateral lestari antara angkatan bersenjata kedua negara.

Suhartono juga dianugerahi Legion of Honor Filipina - tanda penghargaan tertinggi Presiden Filipina dapat diberikan tanpa perlu persetujuan Kongres - untuk komitmen kuat dalam memperdalam kerja sama militer antara Filipina dan Indonesia.(ant)

Monday, December 3, 2012

BANJIR ACEH UTARA RENDAM PULUHAN DESA

Banjir bandang merendam sedikitnya 60 desa di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, dan ribuan warga mengungsi di 20 titik lokasi penampungan sementara di wilayah itu.

Kabag Humas dan Protokol Sekda Kabupaten Aceh Utara Fachrurrazi yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu menjelaskan, banjir yang merendam desa-desa itu setelah hujan lebat mengguyur sejak Jumat (30/11) malam.

Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana alam terburuk melanda wilayah penghasil gas di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Empat kecamatan yang dilanda banjir, Fachrurrazi menyebutkan masing-masing Matang Kuli, Tanah Luas, Pirak Timu dan Nibong.

Masyarakat korban banjir mengungsi di daerah yang lebih aman dan tinggi. Tenda-tenda darurat telah didirikan di beberapa titik pengungsian termasuk dapur umum.

Kabag humas menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengirim bantuan untuk kebutuhan masa panik kepada para pengungsi, seperti beras dan lauk pauk.

Ia juga menjelaskan, ketinggian air yang merendam pemukiman penduduk di empat kecamatan di Aceh Utara itu antara 80 centimeter hingga 1,5 meter.

"Masyarakat masih was-was kemungkinan air yang terus meninggi karena cuaca terutama di kawasan pegunungan di Aceh Utara masih hujan, dan awan tebal," kata Fachrurrazi menambahkan.

Ia menjelaskan bupati telah memerintahkan para camat dan instansi terkait tidak meninggalkan daerah dan terus memantau suasana hingga beberapa hari ke depan.

"Pemkab Aceh Utara juga telah menyiapkan speedboat, bantuan logistik yang kemungkinan dibutuhkan untuk memberi bantuan kepada korban banjir," kata Kabag humas dan protokol Sekdakab Aceh Utara.(ant)