Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Thursday, December 13, 2012

INDIVIDUALITAS MASYARAKAT KOTA MUNCULKAN CELAH TERORISME

Sosiolog Universitas Sebelas Maret Surakarta Argyo Demartoto mengatakan karakteristik masyarakat perkotaan yang sarat akan individualitas berpotensi memunculkan celah bagi aksi terorisme.

"Karakteristik masyarakat perkotaan yang berpotensi menumbuhkan penyakit sosial, seperti ketidakpedulian dan egoisme pada akhirnya memberi celah teroris melakukan aksinya," kata Argyo dalam Seminar Pengaruh Terorisme Bagi Ketahanan Masyarakat Kota Dalam Kajian Sosiologi di Solo, Kamis.

Menurut dia, selain dampak buruk, terorisme yang terjadi juga memberikan dampak positif.

Dampak negatif terorisme, lanjut dia, antara lain merusak aspek fisik, mental, dan sosial.

"Termasuk sektor pariwisata dan ekonomi," kata Ketua Program Studi Magister Sosiologi Pascasarjana UNS ini.

Adapun dampak positif yang terjadi, jelas dia, munculnya refleksivitas berupa upaya untuk mengatasi risiko yang terjadi, baik mencegah ataupun meminimalisasi dampak yang terjadi.

Ia mencontohkan upaya pencegahan yang dilakukan di antaranya pemasangan detektor logam di berbagai tempat dan fasilitas publik, serta pemasangan kamera pengawas.

Ia menilai terdapat keterkaitan antara terorisme dan kota yang terlihat dari kecenderungan wilayah perkotaan yang menjadi sasaran dan basis jaringan teroris.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail menilai pandangan analis menganai Solo sebagai basis radikalisme memang didukung dengan banyak aspek.

Menurut dia, Solo dianggap mempunyai peran sebagai inkubator bagi kalangan muda yang berpola pikir "Being Radical Is Fine".

Ia menuturkan Kota Solo dianggap sebagai "wilayah aman" kelompok terorisme karena secara sosial politik mendapat dukungan dari masyarakat.(ant)

Tuesday, December 11, 2012

INDONESIA SERAHKAN 1.000.000 DOLAR UNTUK KORBAN BADAI FILIPINA

Pemerintah Indonesia menyerahkan bantuan uang sebesar satu juta dolar AS dan barang-barang seberat empat ton kepada korban Badai Pablo di Mindanao, FIlipina.

"Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan wujud rasa solidaritas dan persahabatan kedua negara yang bertetangga dan sebagai sesama negara anggota ASEAN," kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, P.L.E Priatna, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Barang-barang seberat empat ton tersebut terdiri dari makanan siap saji, susu bubuk, selimut, keperluan mandi, pembalut wanita dan obat-obatan dan dibawa ke Mindanao dengan pesawat TNI Angkatan Udara.

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, didampingi Duta Besar RI untuk Filipina, Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo. Sementara Direktur Pertahanan Sipil Wilayah XI, Ms. Liza Mazo mewakili Pemerintah Filipina menerima bantuan tersebut.

"Sebelumnya, pada Sabtu (8/12), Konsulat Jenderal RI (KJRI) Davao City juga telah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban badai Pablo (Bhopa) di desa Andap, Kabupaten New Bataan, Kota Compostela Valley," jelas Priatna.

Bantuan berupa kebutuhan pokok senilai USD 3.000 merupakan hasil sumbangan sukarela staf KJRI dan warga negara Indonesia di Davao City.

Sebelumnya, topan berkecepatan 150-180 kilometer per jam melanda Davao Oriental atau sekitar 90 Kilometer dari Kota Davao, Filipina dan menyebabkan 407 orang meninggal dunia dan diperkirakan lebih dari 500 orang penduduk hilang.

Priatna mengatakan bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam bencana tersebut.

Kunjungan Panglima TNI adalah juga dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama militer kedua belah pihak sebagaimana tertuang dalam Framework Agreement on the Philippines - Indonesia Military Cooperation (The Philindo MC).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono dan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Jessie D Dellosa dalam kesempatan kunjungan Panglima TNI ke Davao City (9/10) disaksikan oleh Dubes RI Manila dan Konjen RI Davao City.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI juga dianugerahi the Award of the Philippine Legion of Honor oleh Pemerintah Filipina, salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Filipina kepada Panglima Angkatan Bersenjata negara sahabat.

Dalam kunjungan kerja ini, Panglima TNI telah juga mengunjungi Kontingen Indonesia yang tergabung dalam International Monitoring Team (IMT) yang dipimpin oleh Kolonel Inf Khaeruli.(ant)

Monday, December 10, 2012

PEMERINTAH RI SUMBANG SATU JUTA DOLAR KEPADA KORBAN TOPAN PABLO

Pemerintah Indonesia diwakili Laksamana TNI Agus Suhartono Senin menyerahkan sumbangan satu juta dolar AS dan empat ton barang bantuan kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Jenderal Jessie D. Dellosa di markas besar Komando Mindanao Timur.

Acara serah sumbangan tersebut berlangsung di Panacan, Kota Davao, di mana mabes Komando Mindanao Timur (Eastmincom) berada.

Suhartono, juga Panglima Tentara Nasional Indonesia, tiba di Kota Davao City pada Minggu untuk kunjungan tiga hari.

Sumbangan tersebut meliputi 1.000 unit selimut militer, 3.000 bungkus makanan siap-untuk-makan dan 50 dus mie instan.

Angkatan Bersenjata Filipina segera menyerahkan cek dan paket bantuan itu kepada Direktur Kantor Pertahanan Sipil (OCD) Wilayah 11 Liza Mazo.

"Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada pemerintah Indonesia untuk sumbangan mereka yang memanifestasikan hubungan yang kuat, bersemangat, dan mendalam antara kedua negara kita, dan kedua angkatan bersenjata. Sumbangan ini pasti akan menjadi bantuan besar kepada rakyat kami yang saat ini membutuhkan bantuan karena kehancuran yang dibawa oleh Topan Pablo," kata Dellosa.

Selain sumbangan, kepala Angkatan Bersenjata Filipina dan Suhartono menandatangani kerangka acuan pemahaman bersama Kerja sama Militer Filipina-Indonesia (Philindo MC).

Penandatanganan Philindo MC ditujukan untuk memperbarui dan memperkuat hubungan militer bilateral lestari antara angkatan bersenjata kedua negara.

Suhartono juga dianugerahi Legion of Honor Filipina - tanda penghargaan tertinggi Presiden Filipina dapat diberikan tanpa perlu persetujuan Kongres - untuk komitmen kuat dalam memperdalam kerja sama militer antara Filipina dan Indonesia.(ant)

Wednesday, December 5, 2012

PEMERINTAH MALAYSIA DIDESAK UNTUK BERTINDAK TERHADAP KASUS PELECEHAN PEMBANTU

Pemerintah Malaysia telah didesak untuk mengambil tindakan guna menjamin keamanan dan kesejahteraan pembantu asing, setelah sekitar 100 wanita dari negara-negara tetangga ditemukan dikurung di satu agen pembantu selama akhir pekan.

Seorang diplomat senior Indonesia memperingatkan warga negara Indonesia hendaknya tidak bekerja di Malaysia, mengacu pada upah yang rendah dan masalah keamanan di negara tetangga itu.

"Mereka meminta tenaga pembantu Indonesia tetapi mereka tidak bisa melindungi mereka," kata konsuler urusan sosial dan budaya kedutaan Indonesia di Malaysia Suryana Sastradiredja seperti dikutip surat kabar lokal New Straits Times pada Rabu.

Lebih dari 100 perempuan asing, sebagian besar dari Indonesia, diselamatkan di kota pelabuhan Klang akhir pekan lalu.

Menurut polisi Malaysia, para wanita itu ditipu ke negara itu untuk mendapatkan pekerjaan lain namun akhirnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Suryana mendesak pemerintah Malaysia untuk mengambil tindakan tegas terhadap lembaga-lembaga yang menganiaya pembantu rumah tangga.

Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia S. Subramaniam telah menyerukan hukuman maksimal terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kasus seperti itu.

Sementara itu, Suryana mengatakan Indonesia akan meluncurkan investigasi sendiri tentang bagaimana para pembantu tersebut diselundupkan ke Malaysia karena ia percaya "ada pihak-pihak di Indonesia yang terlibat dalam perdagangan manusia."

Kedua negara akan menangani bersama dalam menanggulangi kejahatan, katanya.

Kedutaan Indonesia di Malaysia mengeluarkan pesan untuk Jakarta pada Maret agar menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke Malaysia menyusul laporan dua pelayan Indonesia diduga disalahgunakan oleh majikan mereka.

Kasus terakhir adalah dua perempuan Indonesia diperkosa oleh polisi dan majikan masing-masing. Kasus ini telah kembali meningkatkan ketegangan antara kedua negara tetangga itu.(ant)

Monday, December 3, 2012

BANJIR ACEH UTARA RENDAM PULUHAN DESA

Banjir bandang merendam sedikitnya 60 desa di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, dan ribuan warga mengungsi di 20 titik lokasi penampungan sementara di wilayah itu.

Kabag Humas dan Protokol Sekda Kabupaten Aceh Utara Fachrurrazi yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu menjelaskan, banjir yang merendam desa-desa itu setelah hujan lebat mengguyur sejak Jumat (30/11) malam.

Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana alam terburuk melanda wilayah penghasil gas di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Empat kecamatan yang dilanda banjir, Fachrurrazi menyebutkan masing-masing Matang Kuli, Tanah Luas, Pirak Timu dan Nibong.

Masyarakat korban banjir mengungsi di daerah yang lebih aman dan tinggi. Tenda-tenda darurat telah didirikan di beberapa titik pengungsian termasuk dapur umum.

Kabag humas menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengirim bantuan untuk kebutuhan masa panik kepada para pengungsi, seperti beras dan lauk pauk.

Ia juga menjelaskan, ketinggian air yang merendam pemukiman penduduk di empat kecamatan di Aceh Utara itu antara 80 centimeter hingga 1,5 meter.

"Masyarakat masih was-was kemungkinan air yang terus meninggi karena cuaca terutama di kawasan pegunungan di Aceh Utara masih hujan, dan awan tebal," kata Fachrurrazi menambahkan.

Ia menjelaskan bupati telah memerintahkan para camat dan instansi terkait tidak meninggalkan daerah dan terus memantau suasana hingga beberapa hari ke depan.

"Pemkab Aceh Utara juga telah menyiapkan speedboat, bantuan logistik yang kemungkinan dibutuhkan untuk memberi bantuan kepada korban banjir," kata Kabag humas dan protokol Sekdakab Aceh Utara.(ant)