Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label ASEAN. Show all posts
Showing posts with label ASEAN. Show all posts

Tuesday, December 11, 2012

INDONESIA SERAHKAN 1.000.000 DOLAR UNTUK KORBAN BADAI FILIPINA

Pemerintah Indonesia menyerahkan bantuan uang sebesar satu juta dolar AS dan barang-barang seberat empat ton kepada korban Badai Pablo di Mindanao, FIlipina.

"Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan wujud rasa solidaritas dan persahabatan kedua negara yang bertetangga dan sebagai sesama negara anggota ASEAN," kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, P.L.E Priatna, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Barang-barang seberat empat ton tersebut terdiri dari makanan siap saji, susu bubuk, selimut, keperluan mandi, pembalut wanita dan obat-obatan dan dibawa ke Mindanao dengan pesawat TNI Angkatan Udara.

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, didampingi Duta Besar RI untuk Filipina, Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo. Sementara Direktur Pertahanan Sipil Wilayah XI, Ms. Liza Mazo mewakili Pemerintah Filipina menerima bantuan tersebut.

"Sebelumnya, pada Sabtu (8/12), Konsulat Jenderal RI (KJRI) Davao City juga telah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban badai Pablo (Bhopa) di desa Andap, Kabupaten New Bataan, Kota Compostela Valley," jelas Priatna.

Bantuan berupa kebutuhan pokok senilai USD 3.000 merupakan hasil sumbangan sukarela staf KJRI dan warga negara Indonesia di Davao City.

Sebelumnya, topan berkecepatan 150-180 kilometer per jam melanda Davao Oriental atau sekitar 90 Kilometer dari Kota Davao, Filipina dan menyebabkan 407 orang meninggal dunia dan diperkirakan lebih dari 500 orang penduduk hilang.

Priatna mengatakan bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam bencana tersebut.

Kunjungan Panglima TNI adalah juga dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama militer kedua belah pihak sebagaimana tertuang dalam Framework Agreement on the Philippines - Indonesia Military Cooperation (The Philindo MC).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono dan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Jessie D Dellosa dalam kesempatan kunjungan Panglima TNI ke Davao City (9/10) disaksikan oleh Dubes RI Manila dan Konjen RI Davao City.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI juga dianugerahi the Award of the Philippine Legion of Honor oleh Pemerintah Filipina, salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Filipina kepada Panglima Angkatan Bersenjata negara sahabat.

Dalam kunjungan kerja ini, Panglima TNI telah juga mengunjungi Kontingen Indonesia yang tergabung dalam International Monitoring Team (IMT) yang dipimpin oleh Kolonel Inf Khaeruli.(ant)

Monday, December 10, 2012

PEMERINTAH RI SUMBANG SATU JUTA DOLAR KEPADA KORBAN TOPAN PABLO

Pemerintah Indonesia diwakili Laksamana TNI Agus Suhartono Senin menyerahkan sumbangan satu juta dolar AS dan empat ton barang bantuan kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Jenderal Jessie D. Dellosa di markas besar Komando Mindanao Timur.

Acara serah sumbangan tersebut berlangsung di Panacan, Kota Davao, di mana mabes Komando Mindanao Timur (Eastmincom) berada.

Suhartono, juga Panglima Tentara Nasional Indonesia, tiba di Kota Davao City pada Minggu untuk kunjungan tiga hari.

Sumbangan tersebut meliputi 1.000 unit selimut militer, 3.000 bungkus makanan siap-untuk-makan dan 50 dus mie instan.

Angkatan Bersenjata Filipina segera menyerahkan cek dan paket bantuan itu kepada Direktur Kantor Pertahanan Sipil (OCD) Wilayah 11 Liza Mazo.

"Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada pemerintah Indonesia untuk sumbangan mereka yang memanifestasikan hubungan yang kuat, bersemangat, dan mendalam antara kedua negara kita, dan kedua angkatan bersenjata. Sumbangan ini pasti akan menjadi bantuan besar kepada rakyat kami yang saat ini membutuhkan bantuan karena kehancuran yang dibawa oleh Topan Pablo," kata Dellosa.

Selain sumbangan, kepala Angkatan Bersenjata Filipina dan Suhartono menandatangani kerangka acuan pemahaman bersama Kerja sama Militer Filipina-Indonesia (Philindo MC).

Penandatanganan Philindo MC ditujukan untuk memperbarui dan memperkuat hubungan militer bilateral lestari antara angkatan bersenjata kedua negara.

Suhartono juga dianugerahi Legion of Honor Filipina - tanda penghargaan tertinggi Presiden Filipina dapat diberikan tanpa perlu persetujuan Kongres - untuk komitmen kuat dalam memperdalam kerja sama militer antara Filipina dan Indonesia.(ant)

Wednesday, December 5, 2012

PEMERINTAH MALAYSIA DIDESAK UNTUK BERTINDAK TERHADAP KASUS PELECEHAN PEMBANTU

Pemerintah Malaysia telah didesak untuk mengambil tindakan guna menjamin keamanan dan kesejahteraan pembantu asing, setelah sekitar 100 wanita dari negara-negara tetangga ditemukan dikurung di satu agen pembantu selama akhir pekan.

Seorang diplomat senior Indonesia memperingatkan warga negara Indonesia hendaknya tidak bekerja di Malaysia, mengacu pada upah yang rendah dan masalah keamanan di negara tetangga itu.

"Mereka meminta tenaga pembantu Indonesia tetapi mereka tidak bisa melindungi mereka," kata konsuler urusan sosial dan budaya kedutaan Indonesia di Malaysia Suryana Sastradiredja seperti dikutip surat kabar lokal New Straits Times pada Rabu.

Lebih dari 100 perempuan asing, sebagian besar dari Indonesia, diselamatkan di kota pelabuhan Klang akhir pekan lalu.

Menurut polisi Malaysia, para wanita itu ditipu ke negara itu untuk mendapatkan pekerjaan lain namun akhirnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Suryana mendesak pemerintah Malaysia untuk mengambil tindakan tegas terhadap lembaga-lembaga yang menganiaya pembantu rumah tangga.

Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia S. Subramaniam telah menyerukan hukuman maksimal terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kasus seperti itu.

Sementara itu, Suryana mengatakan Indonesia akan meluncurkan investigasi sendiri tentang bagaimana para pembantu tersebut diselundupkan ke Malaysia karena ia percaya "ada pihak-pihak di Indonesia yang terlibat dalam perdagangan manusia."

Kedua negara akan menangani bersama dalam menanggulangi kejahatan, katanya.

Kedutaan Indonesia di Malaysia mengeluarkan pesan untuk Jakarta pada Maret agar menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke Malaysia menyusul laporan dua pelayan Indonesia diduga disalahgunakan oleh majikan mereka.

Kasus terakhir adalah dua perempuan Indonesia diperkosa oleh polisi dan majikan masing-masing. Kasus ini telah kembali meningkatkan ketegangan antara kedua negara tetangga itu.(ant)

Sunday, November 25, 2012

REKTOR UGM: PENDIDIKAN INDONESIA PERLU WAWASAN INTERNASIONAL

Yogyakarta, 25/11 - Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Pratikno mengatakan pendidikan di Indonesia saat ini perlu memberikan porsi yang besar pada wawasan internasional.

"Di zaman yang sudah mengglobal ini, Indonesia perlu memiliki perhatian yang besar terhadap wawasan internasional," katanya di Yogyakarta, Minggu malam.

Dengan wawasan tersebut, kata dia, diharapkan akan semakin mampu memberikan nilai tawar bagi Bangsa Indonesia di kancah internasional.

Wawasan internasional sendiri, kata dia, tidak harus semata-mata dikhususkan bagi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional saja, namun juga perlu diberikan bagi peminat program studi lain.

Saat ini dalam aspek ekonomi, kata dia Indonesia sudah menempati peringkat ke-15 dunia, dan menurut berbagai studi, pada 2050 diprediksikan akan menempati peringkat ke-10 dunia.

Hal tersebut, kata dia, sebenarnya membuktikan bahwa Indonesia berpotensi untuk menjadi negara yang besar, yang tentunya di antaranya harus ditopang dengan wawasan dan teknologi berskala internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Erwan Agus Purwanto juga mengatakan pentingnya penguasaan wawasan internasional di kalangan remaja Indonesia.

Hal tersebut, menurut dia karena pada 2015 Indonesia harus tergabung dalam ASEAN Economic Community yang merupakan pasar bebas bagi negara-negara anggota ASEAN.

Sementara itu, sumber daya manusia Indonesia saat ini, kata dia masih bisa dikatakan tergolong ketinggalan dalam wawasan internasional dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

"Misalnya saja mulai penguasaan Bahasa Inggris, kita masih kurang, berbeda dengan negara ASEAN lain misalnya Singapura dan Filipina yang sehari-hari menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi," katanya.

Memang, menurut dia, di sisi lain Indonesia memiliki SDM yang memadai secara teknis, namun sebaiknya juga perlu pembekalan wawasan internasional di kancah persaingan global. (ANTARA)